Supporter Dan Politik

Posted March 19, 2009 by gnikivbisrep
Categories: Uncategorized

Supporter dan Politik. Bukan mau latah karena dekat pemilu, tetapi memang benar jika banyak supporter terlibat dalam politik. Hanya saja harus sedikit ditelaah politik yang seperti apa?

Jika melihat gambar-gambar diatas banyak supporter melambangkan sikap politik mereka dari yang anti / pendukung fasis,  anti / pendukung rasis, dll. Mereka tentu mendapat cacian atau bahkan makian setelah melakukan aksi tersebut. Bahkan di Belanda, bendera dengan lambang RMS (Republik Maluku Selatan) banyak di kibarkan di dalam stadion.

Satu hal yang patut dipertanyakan adalah, apakah mereka juga terlibat dalam mensukseskan  seorang individu atau partai dalam sebuah proses pemilihan umum.  Hm… saya tidak pernah melihat satu buah dokumentasi yang menyatakan sebuah grup hooligans / ultras mendukung atau berpolitik dalam ruangan yang sangat sempit seperti itu.

Kalau di Indonesia, silakan saja cari, Anda akan sangat mudah menemukan hal demikian terlebih saat ini yang lagi hangat2nya banyak kampanye dan pengumpulan massa demi kursi dewan atau apalah itu. Entah apa pandangan kelompok supporter luar atau supporter dalam negeri lainnya jika melihat hal yang demikian? mencemooh? mungkin? memuji? mungkin juga.

Bagaimana pendapat Anda?

Ultras

Posted March 18, 2009 by gnikivbisrep
Categories: Uncategorized

Seorang Ultra sejati tidak memiliki nama -hanya teman dekat yang mengetahuinya-. Seorang Ultra sejati tidak dikenal oleh orang lain, kepalanya selalu tertutup oleh “hood”, hidung dan mulutnya selalu ditutup oleh syal. Seorang Ultra sejati tidak mengikuti mode dan hal teranyar lainnya. Saat seorang Ultra berjalan dikeramaian, kendati tanpa logo supporter, dia akan mudah dikenal orang lain. Seorang Ultra sejati hanya menyerang jika diserang dan akan menolong jika diperlukan. Seorang Ultra sejati tidak akan berhenti kendati tiba di rumah dan membuka syalnya. Ultra Sejati akan selalu bertarung tujuh hari dalam seminggu.

Ultra tua akan memimpin dan memberikan contoh kepada yang muda. Ultra muda harus memberikan rasa hormat kepada yang tua. Ultra muda akan merasa bangga jika berdiri berdampingan dengan yang tua, mereka akan belajar dari kritikan si tua. Yang muda akan bersemangat jika mendapat jabatan tangan erat dari yang tua. Saat orang normal melihat tingkah laku Ultra, mereka tidak akan mengerti, tetapi Ultra memang tidak ingin dimengerti atau menjelaskan arti keberadaan mereka. Setiap Ultra berbeda; ada yang mengenakan logo supporter atau tim ada juga yang tidak pernah menggunakan keduanya. Ada yang bepergian dalam sebuah kelompok ada yang pergi secara individu.

Kendati berbeda, satu hal yang membuat mereka bersatu adalah kecintaan terhadap klub, hasrat mereka untuk berdiri selama 90 menit tidak peduli hujan atau dingin. Mereka bersatu dan menghangatkan diri dengan teriakan keras dan serempak, bersatu kendati tertidur setengah mabuk di sebuah kereta atau bis yang membawa mereka pada pertandingan tandang, bersatu karena konvoi di pusat kota tim lawan, bersatu karena berbagi sedikit makanan setelah berjam-jam menahan rasa lapar, bersatu karena berbagi sebatang rokok, bersatu karena berpenampilan sama, bersatu karena idealisme, bersatu karena memiliki MENTALITAS yang sama.

Semua hal diatas menyatukan kami sekaligus menjauhkan kami dari bagian dunia yang lain; dari orang tua yang khawatir, dari sepupu yang bodoh, dari teman sekolah atau rekan kerja, dari guru atau bos yang tidak memiliki rasa toleransi. Ultras tidak pernah melakukan vandalisme atau kekerasan tanpa alasan. Ini hanya cara untuk bertahan dari hidup yang sudah terkena krisis masalah sosial, acara televisi yang bodoh,  disko yang terus menerus menarik anak muda dan terpenting tindakan represif  yang tidak dapat dibenarkan (polisi dan federasi).

Menjadi Ultra adalah seperti ini dan masih banyak lainnya seperti emosi dan hasrat yang tidak dapat dijelaskan kepada orang lain yang tidak mau mengerti atau kepada orang yang biasa memutar kepala dan melanjutkan hidup di balik kaca, orang yang tidak memilik cukup NYALI untuk menghancurkan kaca dan memasuki DUNIA KITA!

ultras

www.ultras-tifo.net

Fuck Oportunis…!!!

Posted March 17, 2009 by gnikivbisrep
Categories: Uncategorized

Di Indonesia hanya ada dua pilihan. Menjadi idealis atau apatis. saya sudah lama memutuskan bahwa saya harus menjadi idealis, sampai batas-batas sejauh-jauhnya. (Soe Hok Gie)

Tambahkan satu lagi kawan, OPORTUNIS…!!!

Arti dari oportunis:
opor·tu·nis·me (n) paham yg semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dr kesempatan yg ada tanpa berpegang pd prinsip tertentu.

Apakah kehidupan ini sudah begitu susah dan begitu kejam sehingga melahirkan paham ini? mungkin, tetapi satu hal yang pasti  kita HARUS waspada terhadap orang yang menerapkan paham laknat ini. Bagaimana tidak, orang dengan tipe OPORTUNIS tidak segan untuk “membunuh” harga diri , teman, rekan, bahkan saudara sendiri agar tercapainya tujuan. Untuk apa? untuk apa lagi kalau bukan urusan KEKUASAAN dan PERUT…!!!

Lalu apa bedanya Oportunis dengan PENGKHIANAT? tidak ada bedanya, keduanya bagai air di daun talas, kemana air mengalir, kemana angin berhembus, dimana ada kesempatan, mereka akan selalu hadir dan memposisikan diri di tempat yang kuat dan memanfaatkan situasi untuk keuntungan sendiri.

Oportunis selalu memanfaatkan orang disekelilingnya dengan berbagai dalil yang bisa dibenarkan atau dipaksakan olehnya terhadap orang lain (tentu hanya orang bodoh yang mau menerima begitu saja).

Orang dengan karakter Oportunis tidak akan pernah memiliki kawan sejati, selalu datang dan pergi, ntah pergi karena di tendang atau pergi karena tersadar telah di bodohi.

Sikap Oportunis ini akan semakin berbahaya jika dimiliki oleh orang yang memiliki kekuasaan terlebih kekuasaan absolut di sebuah organisasi, karena seperti yang disebutkan sebelumnya, Oportunis akan mengorbankan SEGALANYA demi keuntungan SENDIRI termasuk menjual organisasi atau menghabisi orang yang bersebrangan dengannya tanpa melihat dampak kedepan kelangsungan organisasi itu sendiri.

YANG PENTING LANCAR, URUSAN PERUT, KANTONG BERES… KEDEPANNYA? CARI PELUANG BARU DAN KORBAN BARU SAJA. SELESAI.

FUCK…!!!

IT’S SUCKS…!!!

Jangan Terlalu Lama Jadi Presiden

Posted March 14, 2009 by gnikivbisrep
Categories: Uncategorized

Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely. Great men are almost always bad men.“(Lord Acton)

Rupanya nasihat dari Lord Acton tersebut tidak dihiraukan oleh dua orang yang pernah memimpin Indonesia, Sukarno dan Suharto. Kesalahan paling kasat mata antara keduanya adalah terlalu lama berkuasa dan otoriter.

Dalam politik, kekuasaan adalah objek sentral, dan kekuasaan bisa menjadi sesuatu yang menggoda sekaligus mengiurkan. Tahun 1963 Sukarno diangkat sebagai presiden seumur hidup, dan dia tidak menolak.

Sekitar 20 tahun Sukarno berkuasa, tapi ternyata kesalahan yang sama justru diulang kembali oleh Suharto, 30 tahun Suharto berkuasa, lebih parah ketimbang mantan atasannya.

Pada saat itu memang belum ada peraturan yang membatasi berapa kali presiden boleh menjabat, sehingga tidak dianggap menyalahi konstitusi. Tapi, manusia yang menjadi pemimpin dan berkuasa begitu lama tanpa membuat noda, dosa, dan cela tampaknya tidak ada, kecuali dia sejajar dengan malaikat yang notabene tidak memiliki hasrat maupun nafsu.

Seandainya saja, Sukarno dan Suharto mau melepas jabatan presidennya lebih awal, pasti akan terasa elegan. Tidak perlu ada konspirasi, intrik politik, dan anarkisme massa dalam rangka penggulingan kekuasaan otoriter. Sehingga, nama besar mereka akan dikenang dengan lebih anggun.